Lazio Kuda Hitam di Persaingan Perebutan Gelar Juara Serie A Italia

JAKARTA – Lazio kini menjadi kuda hitam dalam persaingan perebutan gelar juara Serie A Liga Italia. Tim itu seperti mengintip menunggu dua raksasa yang lebih diunggulkan jadi kampiun, Juventus dan Inter Milan, terperosok.

Hingga pekan 23, Lazio mapan di posisi tiga besar. Selisih poinnya dari Juve dan Inter pun tak banyak. I Biancocelesti (Si Putih dan Biru Langit) hanya tertinggal satu poin dari dari kedua rivalnya itu.

Seberapa besar peluang Lazio menjadi juara? Bisa dikatakan cukup terbuka, terutama bila mampu menjaga konsistensi tampilannya seperti selama ini. Soalnya, dua pesaingnya itu justru bermasalah dalam soal konsistensi itu.

Juventus misalnya baru saja mengalami kekalahan dua kali dalam tiga laga terakhirnya. Mereka ditekuk Verona pada laga sebelumnya, sehingga posisinya di puncak klasemen digeser Inter.

Tampilan Inter sendiri tak bisa dikatakan sempurna. Mereka sempat tiga kali ditahan lawan dalam lima laga terakhirnya. Performa Lazio lebih baik, karena hanya dua kali ditahan lawannya.

Pemain Lazio, Francesco Acerbi, menyatakan saat ini kepercayaan diri yang tinggi ada di antara para pemain. “Kami bisa meraih hal besar,” kata dia.

Acerbi, bek 32 tahun, merupakan salah satu tulang punggung Lazio musim ini. Ia sudah tampil 20 kali dan mencetak 2 gol.

Lazio juga memiliki Ciro Immobile yang ketajamannya sangat menonjol di musim ini. Pemain 29 tahun itu sudah mengemas 25 gol di Serie A, menjadi top skor sementara, dengan keunggulan 5 gol dari Cristiano Ronaldo.

Immobile biasa bertandem dengan Felipe Caicedo, yang sudah mencetak 7 gol. Pemain lain yang juga cukup tajam adalah Sergej Milinkovi-Savic yang sudah mengemas 4 gol dan Joaquín Correa yang sudah mencetak 7 gol.

Di bawah arahan Simone Inzaghi, Lazio tampil menawan musim ini. Tapi, mereka sudah terdepak dari ajang Liga Europa dan Coppa Italia.

Acerbi justru menilai, kegagalan di dua arena lain itu bisa jadi keuntungan bagi timnya karena bisa berkonsentrasi di Serie A. “Kami hanya perlu mengandalkan diri sendiri,” kata dia.

Dengan posisi mapan di tiga besar, tiket Liga Champions hampir pasti jadi milik Lazio. Acerbi menyatakan, seluruh tim bertekad merebut tiket ke kompetisi bergengsi itu. “Kami saling menjaga setiap hari,” kata dia. “Kami ingin mencapai hal besar, tanpa menyebut kata Scudetto.”

Lazio pernah dua kari merebut scudetto pada musim 1973-74 dan 1999/2000. Pada 2000 mereka bahkan meraih double dengan mengawinkan gelar Serie A dan Coppa Italia di bawah arahan Sven-Goran Eriksson.

Kini, pencapaian besar itu ingin diulang Acerbi dan kawan-kawan asal “Kami tahu bisa mencapai hal besar. Kami harus terus melanjutkan seperti ini. Itu sangat penting,” kata dia.